Usung Mata Kuliah Aswaja

STAI AMC PERKUAT SIAKP MODERAT

Mata Kuliah Aswaja Menjadi Menu Wajib

STAI Almuhammad Perkuat Karakter Moderat

Blora-Untuk mengantisipasi maraknya penyebaran pemikiran radikal, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Almuhammad Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memperkuat pemikiran moderat bagi seluruh mahasiswanya. Penguatan dilakukan dalam bentuk teori dan praktik.

“Penguatan pemikiran moderat dilakukan sejak semester awal hingga mereka diwisuda,” ujar salah seorang dosen STAI Almuhammad, Sholihin Hasan.

 Untuk bisa memiliki karakter moderat, lanjut dia, mahasiswa dikenalkan dengan konsep Islam rahmatanlil’alamin. Dimana dalam berpikir, bersikap dan bertindak, mahasiswa hendaknya mengedepankan konsep tawasuth (jalan tengah), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), ta’adul (adil) dan tawadhu’ (rendah hati).

Beberapa mata kuliah yang dijadikan sarana untuk membangun karakter moderat antara lain keaswajaan, kepesantrenan, fikih, hadist, Al-Qur’an dan tajwid, tafsir, tauhid amali dan akhlak tasawuf. Selain disampaikan lewat tatap muka perkuliahan, mata kuliah tersebut juga dikembangkan lewat diskusi dan kajian-kajian terbatas.

Alumni Pascasarjana Universitas NU Surakarta itu juga menambahkan, selain teori di kelas, mahasiswa diajak praktik lapangan dalam rangka memperkuat karakter moderatnya. Seperti awal bulan ini, mahasiswa Prodi Piaud dan Prodi PAI diajak ziarah ke makam pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Mahasiswa juga kita ajak ziarah ke makam tokoh-tokoh Islam nusantara. Salah satunya adalah Syekh Jumadil Kubro di Mojokerto,” tandasnya.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan, pihaknya punya keyakinan bahwa alumni STAI Almuhammad akan bisa berkiprah di tengah-tengah masyarakat dengan baik. Mereka bisa menyontoh bagaimana walisongo dalam berdakwah di tengah-tengah masyarakat.

Selain memperkuat karakter moderat, STAI Almuhammad juga memperkuat kompetensi mahasiswanya. Karena itu, studi banding dan kunjungan lapangan juga terus diperkuat. Salah satu lembaga yang dikunjungi mahasiswa adalah Yayasan Alhidayah Malang. Dimana yayasan tersebut mengelola lembaga pendidikan RA, MI, MTs, MA dan pondok pesantren secara terintegrasi.

“Lewat kunjungan lapangan, akan memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang pendidikan Islam,” tambahnya.