Sembilan Dosen STAL Almuhammad Perkuat ISHARI Jateng
Sembilan Dosen STAI Almuhammad Perkuat PW ISHARI NU Jateng Blora-Setidaknya ada sembilan dosen STAI Almuhammad memperkuat kepengurusan PW ISHARI NU Jawa Tengah. Kesembialn dosen tesebut ada yang duduk sebagai di dewan penasehat, dewan hadi, dewan tahfidzi dan departemen-departemn. “Semoga para dosen yang bergabung di ISHARI NU tersebut bisa berkontribusi dan membantu mengembangkan oraganisasi ini di Jawa Tengah,” ujar Ketua PW ISHARI NU Jawa Tengah, Sholihin Hasan. Sebagai badan otonom (Banom) di lingkungan NU yang baru disahkan pada Muktamar NU ke-33 di Jombang Jawa Tenga, lanjutnyam ISHARI membutuhkan banyak dukunag, Karena itu, selain merekrut akademisi dari STAI Almuhammad, pihaknya juga merekrut sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi, Sejumlah akademisi yang direkrut antara lain berasal dari UIN Walisongo Semarang, IAIN Pekalongan, UIN Jogjakarta, IAIN Surakarta, IAIN Kudus, STIK Kendal, STAIKA Alkamal Sarang, STAIBN Tegal, Undaris Semarang, SETIA WS Semarang, STAI Alkamal Sarang, IIG Cilacap, dan Unsiq Wonosbo,” tambahnya. Intinya, kepengurusan Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) NU Jawa Tengah periode sekarang diperkuat empat pilar. Masing-masing pilar ulama, guru dan akademisi, pilar pengusaha dan swasta, pilar birokrasi dan politisi serta advokat dan insan pers. “Kami ingin meneladani Rasulullah, dimana dalam misi perjuangannya beliau didampingi empat orang sahabat yang sangat terkenal. Yakni, Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Keempat sahabat tersebut menggambarkan empat pilar kekuatan,” tambahnya.. Menurutnya, empat pilar sahabat Nabi tersebut menggambarkan empat kekuatan. Dimana Abu Bakar As-Shiddiq menggambar pilar ulama atau kiai sepuh dan para pengambil kebijakan. Selanjutnya Umar bin Khattab menggambar pilar kaum pejuang dan pembela kebenaran seperti kaum advokat dan insan pers. Usman bin Affan menggambarkan pilar pengusaha, swasta atau kaum ekonom.  Sementara Ali bin Abi Thalib me menggambar pilar kiai, pendidik dan kaum cendekia, Dikatakan, dari 84 personil yang duduk di kepengurusan Ishari NU Jawa Tengah, ada 15 orang yang mewakili kaum ulama’ atau kiai. Kemudian pengusaha dan swasta ada 8 orang, birokrat dan politisi ada 8 orang, advokat dan insan pers ada 7 orang. Selanjutnya guru dan kaum akademisi ada 41 orang. Sejumlah politisi juga memperkuat kepengurusan Ishari Jateng. Mereka berasal dari sejumlah partai politik. Seperti Gerindra, PKB dan PPP.*)